FINE ART PHOTOGRAPHY
 
         
 
Exhibition Safari #1 @ Tonyraka Galleru Ubud by Gesang Setya
under constructions
HypomaniCam
Melampaui Transparansi
Tonyraka Gallery Ubud - Bali
Citra fotografis, kata Roland Barthes dalam “Pesan Fotografis”, adalah analogon: cerminan, representasi sempurna realitas.
photo: Gesang Setya
photo: Gesang Setya
 
photo: Gesang Setya
Arif B. Prasetyo
HypomaniCam berasal dari kata “hypomania” dan “camera”. Hypomania adalah suatu keadaan jiwa yang dicirikan oleh suasana euforia pikiran dan perasaan, gelora antusiasme yang melebihi kondisi normal, tetapi tidak sampai abnormal. Kerap dikaitkan dengan gejala kejiwaan individu-individu kreatif, hypomania menggambarkan situasi peningkatan ekstrem energi produktif dan kreativitas, tanpa kehilangan kendali kesadaran dan kewarasan. Luapan ide, energi yang seolah tak ada habisnya, hasrat menggebu dan dorongan kuat meraih puncak pencapaian, adalah sebagian dari simtom klasik hypomania.
Kata “camera”, unsur kedua yang membentuk istilah HypomaniCam, mengacu pada fotografi. Dengan demikian, HypomaniCam bermakna “hypomania fotografi”: fotografi yang didorong untuk melampaui produktivitas normalnya demi menyalurkan arus deras energi kreatif. Pameran seni rupa HypomaniCam menampilkan kreasi tujuh fotografer-perupa anggota Lingkar Community, Bali. Mereka menjelajahi beragam gagasan, teknik maupun material, guna memperluas dan memperkaya khazanah estetika fotografi sebagai medium ekspresi seni rupa kontemporer.
 
photo: Gesang Setya
Citra fotografis, kata Roland Barthes dalam “Pesan Fotografis”, adalah analogon: cerminan, representasi sempurna realitas. Kita percaya kepada foto, karena fotografi dipandang mampu merepresentasikan dunia secara transparan, seperti apa adanya dalam kenyataan. Transparansi inilah yang umumnya diterima orang sebagai kekhasan dan kekuatan foto.
 
Dengan transparansinya, fotografi menyampaikan pesan secara langsung: denotasi, pesan harfiah. Tanpa perlu menafsir-nafsir, kita bisa langsung mengakui bahwa foto menunjuk kenyataan yang sebenarnya. Tetapi foto berkomunikasi dengan kita bukan hanya menggunakan denotasi, melainkan juga memakai konotasi atau pesan simbolik. Menurut Barthes dalam “Retorika Citra”, ciri khas foto adalah percampuran antara denotasi dan konotasi. Intervensi manusia dalam fotografi (tata letak, jarak pengambilan gambar, pencahayaan, fokus dsb.) adalah bagian dari proses konotasi.
 
photo: Gesang Setya
 
photo: Gesang Setya
HypomaniCam Exhibition @ Tonyraka Gallery >>>
photo: Gesang Setya
HypomaniCam merongrong kepercayaan umum bahwa foto memperlihatkan “kenyataan sebenarnya”. Pameran ini menyarankan bahwa fotografi tidak menggelar kenyataan, tetapi hanya menunjukkan “cara melihat” kenyataan, bagaimana realitas ditafsirkan dan dimaknai.
photo: Goez Putra
 
Dengan bergerak melampaui transparansi fotografi, karya seni rupa fotografi dalam pameran ini memercikkan kesadaran pascamodern bahwa “kebenaran” realitas tidak lebih nyata daripada fiksi, dan satu-satunya cara untuk sampai kepada realitas yang paling mendekati kebenaran adalah dengan mengoperasikan berbagai sudut-pandang, beragam tafsir dan aneka representasi.
 
photo: Gesang Setya
 
Arif Bagus Prasetyo, kurator,
alumnus IWP University of Iowa, USA
 
 
Estetika Cahaya
Melampaui Kerasionalan Kreatif
Dalam Karya Foto
"Munculnya nilai Apresiasi kedua dalam karya adalah membicarakan bagaimana menginterpretasikan dan mengevaluasi pesan yang tersembunyi dibaliknya."
Body Part #0 - Komang 'Totok' Parwata
 
 
Under the Ripple - Yan Palapa
 
 
What Do You See, is What Will You Get” - sebuah slogan ‘kuno’ kinerja sebuah kamera SLR (single lens reflect) menjadi dasar dari keseluruhan karya Lingkara Community dalam merekam momen, baik dilakukan secara digital ataupun manual. Mengabadikan sebuah peristiwa, atau membuat sebuah desain visual melalui cahaya yang tertangkap lewat rana lensa, dengan tanpa menambahkan atau mengurangi (merekayasa) element momen tersebut diluar konten proses ‘kamar gelap’, adalah prinsip dasar para perupa Komunitas Lingkar yang berbasis fotografi. Perhitungan tepat pada light meter, penggunaan lensa yang sesuai, pengamatan subjek, dan pengaturan komposisi-komposisi yang terkadang cukup ekstrim menjadi ‘ruang berburu’ untuk menjadikan karya-karya yang masif.
Disisi yang lain, berkaitan dengan seni dan membicarakan bagaimana meninterpretasikan dan mengevaluasi seni, kita memeriksa tanda2 dalam karya yang disajikan dan mencari kode2 yang disembunyikan dibaliknya tetapi memberikan kekuatan dan arti. Semakin Elit Seni itu, semakin sedikit memlilik tanda2 konvensional yang semakin membuat orang sukar mengerti dan menginterpretasikan karya itu, namun bukan untuk tidak bisa diterjemahkan kedalam sebuah kesepakatan akan tanda-tanda visual tersebut.
 
Transportation - Indra Widi
Munculnya nilai Apresiasi kedua dalam karya-karya perupa Lingkara Community, adalah sebuah kolaborasi antara sebuah proses pendokumentasian peristiwa’ dan ‘ekspresi pribadi’ perupa foto. Sejak era sejarah fotografi Indonesia yang ditandai oleh adanya karya-karya Kassian Cephas (1871) atau oleh fotografer dunia Ansel Adams (1927), adalah dua figur terkenal yang sangat berbeda karakter dalam tampilan karakternya.
 
 
HypomaniCam Exhibition @ Tonyraka Gallery >>>
My Own TV 12 - DP Arsa
Keabsahan sebuah foto pemandangan yang memang ingin ditampilkan sebagai sebuah informasi betapa cantik pemandangan disana, tentu sangat berbeda dengan keinginan seorang perupa foto yang menyajikan romantisme di dalam karya yang sama. Romantisme dalam karya-karya perupa foto sangat dipengaruhi oleh ekspresi pribadinya.
Hal tersebut muncul setelah sebuah kreatif rasionalisme karya tersebut sudah dilampaui. Demikianlah para perupa foto Lingkara melakukan proses-proses kreatif dan eksplorasi karya-karyanya. Menegaskan kepada bentuk-bentuk ekpresi diri dalam karya, menempatkan karya-karya yang berbasis fotografi dalam ide-ide romantisme seni, dan menyelaminya dalam apresiasi seni rupa.
 
Discollective #2 - Aries Santhana
 
Indra Widi,
@ HypomaniCam Exhibition - 2011
 
aliens do exist
>>> Opening Exhibition: Teater Orok Noceng Udayana <<<
 
 
Gladi Resik

Transformasi 7 Perupa

Salah satu respon dari teman-teman kami - Teater Orok Noceng, diungkapkan dalam karya Perfromance Art mereka. Dengan inspirasi dari para peserta pameran 'HypomaniCam' , Andika salah satu pentolan Teater Orok Noceng menyampaikan bagian demi bagian performance art ini berdasarkan karya-karya yang dipamerkan di Tonyraka tersebut. Untuk memperoleh atmosfir yang diinginkan, tentu saja melihat dan berdiskusi tentang isi karya yang yang dipamerkan secara langsung adalah sumber yang inspiratif.

Apa adanya dengan segala keterbatasan pada kolaborasi dan penampilan performance art kali ini, terasa begitu spontan dan berenergi penuh tantangan, karena kondisi 'panggung' berada di lapangan parkir di galeri Tonyraka Galeri ini. Menguasai ruangan pentas mereka yang berada di areal parkir dimana para pengunjung yang hadir langsung dicegat untuk berinteraksi dengan pertunjukan mereka.

Dengan kostum 'body painting' Teater Orok Noceng mencoba untuk memberikan sentuhan mistis pada musik perkusi yang mereka ciptakan sendiri. Setelah pertunjukan selesai mereka bergerak ke depan ke arah pintu masuk galeri dengan menarik tangan para pengunjung untuk menikmati pertunjukkan selanjutnya ke depan galeri yang dikolaborasikan dengan Mapping Video Art dari Kokok Saja. Setelah semua selesai pameran pun dapat disaksikan secara bersama. (-iw-)

 
 
  komunitas Orok Noceng site >>>
goto page >>>
 
>>> Sebuah Perjumpaan: bu Dr. Melani <<<
 
 
Berdiskusi secara khusus tentang HypomaniCam
 
Diskusi sore hari besama perupa Bali.

Visi Perjalanan Seni di 2012

Entah sebuah proses perjumpaan yang 'kebetulan', dalam perjalanan kami ketika menggelar pameran 'HypomaniCam' yang sedang berlangsung, namun terasa mudah dan segar, ketika kami mendengarkan tentang perjalanan visi seni Indonesia di tahun 2012 oleh bu Dr. Melani dan semua teman-teman disana. Namun bagi kami, visi dan misi kami adalah merekatkan banyak pihak pelaku seni untuk saling merapatkan barisan yang berbasis adat dan budaya yang ada di Bali, tempat kami tumbuh. Bagi kami, tidak ingin berbusa-busa membicarakan tren seni kontemporer, atau mencoba menganalisa terlalu serius pada visi seni rupa di tahun 2012. Namun kami akan tumbuh kepada nilai-nilai fungsional yang paling purba yang bisa dipahami dengan baik oleh banyak orang, 'namun dengan cara yang lain'.
Tidak lupa: Bu Melani selalu befoto-ria dengan perupa dan karyanya.
 
Pembicaraan yang cukup seru di sore hari yang sejuk dengan hidangan kopi - teh hangat dan nasi bungkus khas Bali, menemani kita sepanjang pembicaraan tersebut. Sebuah bahasan mengenai visi seni rupa tahun 2012 di Indonesia. Sebuah ajang dengar dan berbagi oleh masing-masing idealis para perupa yang tinggal di Bali, termasuk kami yang masih sangat muda dalam dunia tersebut. Sebuah tema yang menarik ketika kami mendengarkan perjalanan spritual seni beliau dan pengalamannya selama melakukan perekaman-perekaman aktifitas seni dari negara-negara asing. Sebuah tema yang sering kita dengar dan kita baca namun sekali lagi, bukan kami tidak paham, namun kami menyimakkan dengan sangat mendalam. Hal tersebut semakin menarik bagi saya yang masih dini dalam kancah seni di banding teman-teman lain yang lebih senior, yang lebih dulu merambah dunia seni rupa. Kenapa menjadi gejala kegelisahan, ketika visi perjalanan seni di 2012 yang disampaikan bu Dr. Melani menjadi terlihat begitu berat?
Jikalau saja kita membicarakan sejarah, tentu saja bahasa bakunya adalah sebuah bahasan tentang waktu yang lampau. Namun, kami ingin membicarakan tentang awal dan masa depan sebuah aktifitas seni rupa dari Bali. Pergerakan yang sederhana dalam idealisnya masing-masing perupa Lingkara ArtCommunity dalam pameran 'HypomaniCam' di Tonyraka Gallery Ubud, yang dikuratori oleh mas Arif Bagus Prasetyo.
DP Arsa menjelaskan proses karya 'make-up orthopedia' yang dicetak di atas plastik.
Dari pameran inilah kami akan menancapkan tonggak keberadaan kami di Bali untuk pergerakan seni di masa depan. Mengenai awal pertemuan kami dengan mas Arif B. Prasetyo yang berlanjut kepada pameran di Tonyraka Gallery, adalah sebuah perjumpaan yang tidak mudah pada awal proses kami bertemu dan mempresentasikan karya-karya kami. Dan keputusan berpameran di galery seni adalah keputusan yang singkat namun begitu sangat amat rumit pada proses kami mewujudkannya semua itu. Apalagi di sini, di Bali yang sangat kental dengan aroma berkeseniannya sangat tidaklah mudah mewujudkannya menjadi sebuah pagelaran seni yang sifatnya adalah idealis bagi seniman-seniman. (-iw-)
   
goto page >>>
 
>>> Sarasehan: Digital Imaging - Kokok Saja <<<
 
 
Video Mapping @ HypomaniCam Opening
pada karya 'Body Part #0' - Komang 'Totok' Parwata

Seduhan Video Mapping dan Olah Digital dalam secangkir kopi panas.

Selalu bercelana pendek dibalik kacamata tebal khas 'old school', itulah yang selalu hadir dari seorang Kokok Saja, demikian teman-teman memanggilnya. Sebuah laptop dgn sebuah proyektor yang selalu di tenteng kemanapun dia pergi dan bertemu teman-teman. Betah melek hingga pagi untuk setting media mapping video atau mengerjakan olah digital, sudah menjadi hafalan temn-teman dekatnya, sehingga mereka tidak akan mencari dia di pagi hari.

Kejelian olah presisi dan kemampuan skill digitalnya sudah tidak perlu diragukan lagi selain prepare sebungkus rokok dan secangkir kopi kental untuk aksi karya-karyanya, sudah tentu seseorang seperti Kokok Saja adalah sahabat yang menyenangkan.

 
Kokok Saja Workshop Digital Imaging @ Tonyraka Gallery
 
goto page >>>
 
>>> Closing Exhibition: Collaboration Full! <<<
 
 
Performace & Video Art by Yonas
 
 
 

Yonas - Syech Brother - Koko Harsoe

 
Kembali kami berkolaborasi secara lebih mendalam dengan berbagai kalangan seniman di Bali pada hari terakhir penutupan pameran 'HypomaniCam' di Tonyraka Gallery. Perpaduan yang signifikan unik dari teman-teman kami dari berbagai keahlian. Teater Performance Art dan Video art dari Yonas, menghentakkan musik Rock n roll ala Syech Brother, dan alunan melodi - perkusi dari Koko Harsoe and friend.
Rock n Roll bersama Syech Brother
 
Lalu apa arti dari semua performance semua itu?. Bagi kami yang sedang berpameran, kolaborasi tersebut adalah sebuah pengukuhan bahwa kami bersaudara dan berkreasi seni bersama. Kumpul-kumpul sekedar reuni dan ngobrol ringan, berbagi info apapun, adalah suasana yang mudah-mudahan bisa kita lestarikan dari Bali.
 
 
Musik Keroncong pun ikut diboyong.
Koko Harsoe & Friend - Jazz Percussion
 
Inilah karakter kami para pecinta seni di Bali yang suatu saat akan menjadi cikal bakal pemetaan keberadaan para pelaku seni disini. Menyenangkan bisa berkolaborasi seperti ini, kalau perlu sebulan sekali deh! Ada pelaku seni yang bervariasi dan tempat yang mencukupi. Feel Free and Plug! (-iw-)
 
goto page >>>
 
>>> Kongkow bersama mas Arif B. Prasetyo <<<
 
 
Diskusi di Markas Lingkara

Untuk Karya yang Kental dan Kritis Kepada Waktu.

Pertemuan kami dengan mas Arif - begitu kami menyapa, menjadikan 'HypomaniCam' adalah sebuah pengukuhan karya seni rupa berbasis fotografi. Kopi panas terkadang wedang alang-alang ketika kami nyantai bersamanya dibilangan jalan Sudirman Denpasar. Mencermati dengan detil dan menyampaikan apresiasinya secara lugas dan tentu sangat apresiatif. Sebelum kami bertemu dengan seorang kurator tingkat nasional ini, adalah seorang seniman lukis cak Rudi dan mas Nico, mendukung kami untuk bertemu dengannya. "Ini karya yang harus dipamerkan segera!" demikian mereka selalu menyemangati kami ketika proses hendak berpameran 'HypomaniCam'.

 
'Burn of Frame!' - 'out of box!' - 'beda, masif, berkarakter!', itulah yang selalu ditekankan mas Arif kepada kami. Apresiasi yang standar dan monoton pengetahuan tentang: 'fotografi adalah melukis dengan cahaya', harus dipatahkan dengan pameran fotografi seni kali ini. Tidak tanggung-tanggung dan berani bahwa fotografi kini bukanlah sekedar penyampaian isi karya dari ukuran panjang dan luas dari sebuah karya foto yang hanya dibingkai saja, demikian seorang Arif B. Prasetyo terus mengingatkan. Thanks for all, mas! (-iw-)
  'Kongkow plus' Wedang Alang-alang
goto page >>>
 
exhibitions:
 
 
Make-up Orthopedia #1 >>>   Playstic Land >>>
@ Bali Creative Festival 2010 @ Denpasar Festival 2010
"Melakukan interaksi semiotik (tanda) terkait dengan ruang dan volume imajiner."
"Terinspirasi pada pedagang asogan, toko kelontong, dan tempat bermain anak-anak, kami membuat instalasinya."
   
HypomaniCam >>>   Beyond Photography >>>
@ Tonyraka Gallery Ubud 2011 @ Ciputra Arterpreneur - Jakarta 2011
HypomaniCam bermakna “hypomania fotografi”: fotografi yang didorong untuk melampaui produktivitas normalnya.
"Pameran Bersama perupa foto kontemporer Indonesia."
   
Make-up Ortopedia #2 >>>   Playstic Land Effects >>>
@ Bali Creative Festinal 2011 @ STP Youthteria - Kuta 2011
"Karya kolaborasi dari perupa foto Lingkara yang mempergunakan media sampah sebagai media dan obyek karya."
"Mini projek ini akan menjadi karya andalan berdialog kami melalui media transparan plastik dalam bentuk seri."
   
 
 
artCipelago
ArtCipelago, adalah sebuah ruang Program Lingkara yang berisi kegiatan untuk berkomitmen dan mengaktualisasikan eksplorasi karya fotografi secara kreatif. Di dalam Program ini, terdapat Kegiatan (disebut: artvities) yang sifatnya sebuah kolaborasi melalui konsep fotografis. Fotografis bisa berarti medium atau media fotografi itu sendiri, namun kami menerjermahkannya sebagai 'cara pandang' untuk berkarya fotografi yang berbasis seni rupa.

ArtCipelago, is a space that contains Lingkara Program activities to actualize committed and creative exploration of photographic work. Within this program, there are Activities (called: artivities) that are a collaboration through photographic concept. Photographic, could mean the medium or the medium of photography itself, but we see it as an attempt 'outlook' for work-based in fine art photography.

artivities:
updates soon, in february, 2012
DOF
DOF: destination of field - personal/Lingkara project artivities
Jiwa - Budhiana by Totok
Koempoel Rebo by Prinz Jo
Tilik Mes56 by Indra Widi
dokumentasi buku karya Made Budhiana makan bareng with anak jalanan @ Waroong Obey menengok aktifitas gallery Mes56 Jogja
 
>>>
 
aliensi
aliensi: community project activities collaboration
Waroong Obey 17an
Charity for Merapi
Dokumentasi Gestur, ADGI, Mebase genep
with deBuntu & Botol Bening with Teater Orok Noceng, Djamur Komunitas with ADGI Bali
 
>>>
 
fotogramm
fotogramm: personal project presentations
Hellusinasi
Sexy Nudi - 'Penguasa Dunia Bawah'
Komik 'Junk Food'
present: Indra Widi
present: Sangut Santoso
present: Bambang Sableng
moderator:
moderator: -
moderator:
-
-
-
-
-
-
date: -
date: -
date: -
location: Bangsal Merdeka - Renon
location: Bangsal Merdeka - Renon
location: Bangsal Merdeka - Renon
 
>>>
 
 
fotogramm aliensi c-one DOF full frame darkroom kitchen contact-print view and finder: E-Book
and alien do exist:
If you have artwork that can be share/distributed in the discussion, presensentasion, or exhibited in general, please contact us.
>>> Lingkara Aliens: <<<
do exist in admin, programs, activities, and exhibitions:
 
Yan Palapa Komang 'Totok' Parwata DP Arsa Indra Widi "Dechi" Dewa K Rudita Aries Santhana
>>> profile <<< >>> profile <<< >>> profile <<< >>> profile <<< >>> profile <<< >>> profile <<<
 
 
 

Indra Widi - 03619904000 / Komang ‘Totok’ Parwata - 03617867108 / DP Arsa - 03617464699 / E: alien@lingkara.com

 
all photo's copyright and publishing permission by Lingkara